Senin, 25 Desember 2017

Perlengkapan Mendaki Gunung Dan Kisaran Harganya



Perlengkapan Pendakian Gunung
Akhir-akhir ini mendaki gunung menjadi kegiatan yang populer, hobby baru ini kian menjamur dimana-mana. Mendaki gunung memang menyenangkan, tapi tetap harus mempersiapkan fisik, mental maupun peralatan yang lengkap. Kalau menurut saya sebaiknya alat gunung membeli sendiri daripada harus menyewa, jika di hitung-hitung akhirnya budjet yang dikeluarkan hampir sama. Siapa sih yang bisa menolak keindahan alam pegunungan.
Lautan-awan-gunung-arjuno.jpg
Lautan Awan Gunung Arjuno

View-gunung-penanggungan-dari-kopkopan.jpg
View Gunung Penanggungan Dari Kop-kopan
 Bagi yang sudah sering mendaki gunung, persiapan alat yang perlu dibawa menuju ke puncak sudah hafal dan tidak ribet tanya sana sini. Tapi bagi yang masih pertama mendaki pasti akan merasa kebingungan, kali ini Mr.Dowdiex akan berusaha membantu kalian yang masih bingung dengan barang bawaan apa saja yang perlu di bawa. Mungkin yang belum punya bisa langsung membelinya terlebih dahulu, akan saya uraikan beserta harganya. Harga barang di bawah ini berdasarkan property yang saya beli sendiri.
barang-bawaan-berserakan.jpg
Barang Bawaan Masih Berserakan
Proses-packing.jpg
Proses Packing Menuju Ranu Kumbolo
A. Perlengkapan Kelompok
1. Tenda
Tenda merupakan perlengkapan penting yang harus di bawa oleh pendaki, ibarat keong tenda ini adalah rumahnya. Di atas gunung tidak ada hotel, jadi bawalah rumah kalian sendiri. Tenda sangat penting untuk beristirahat di saat malam, tidak inginkan tidur di alam terbuka yang dingin apalagi ditemani hujan yang deras. Tenda bisa menjadi tempat kita berlindung dan menata barang bawaan, bawalah tenda yang memiliki kapasitas sesuai. Untuk tenda saya memilih bestway pavillo, harganya Rp. 280.000,-
Lautan-awan-bukit-mbanyon.jpg
Lautan Awan Bukit Mbanyon
 
Bestway-pavillo-kapasitas-worang.jpg
Kapasitas 2 Orang

2. Peralatan masak
Makanan adalah sumber energi dari manusia, mendaki gunung merupakan kegiatan yang menghabiskan banyak energi. Oleh karena itu makan merupakan hal yang wajib bagi para pendaki gunung, memang disebagian gunung ada warung makan seperti di gunung lawu, gunung arjuno-welirang dan semeru. Tapi kalau memasak sendiri akan lebih berasa petualangannya daripada beli di warung. Kalau ga mau memasak yang ribet-ribet paling aman bawalah mie instan, saya selalu membawa mie disetiap pendakian saya. Sepiring mie ditemani secangkir kopi hangat ditengah dinginya hawa gunung, sudah istimewa lah pokoknya. Yang penting jangan lupa bawa kompor dan panci,untuk kompor saya lebih suka memakai kompor gas mini. Harga kompornya Rp.120.000,- dan gasnya Rp.20.000,- kalau panci bisa pinjam emak di dapur.
Koki-dalam-tenda.jpg
Koki Sakti Di Dalam Tenda
Masak-mie-panderman.jpg
Masakan Simpel Setelah Turun Dari Gunung Penanggungan
C. Peralatan makan
Nah, ini biasanya yang sering dilupakan. Sudah selesai masak lupa bawa alat makan, baru terasa lah itu bingungnya. Kalau alat makan bisa pinjam emak juga di dapur.
Ngemie-pinggiran-ranu-kumbolo.jpg
Ya beginilah Hasilnya Kagak Lupa Bawa Piring
Ngopi-atas-puncak.jpg
Ngopi Di Puncak Gunung Lawu Keren Juga
B. Perlengkapan Individu
1. Tas carier
Tas berguna untuk membawa semua barang bawaan yang telah kita siapkan, tas carier sudah dirancang untuk kegiatan pendakian. Kenyamanan dan kekuatan sudah di rancang sama si empunya tas, pilihan ukuran tas tergantung keinginan masing-masing. Saya memilih yang 50 L saja disamping ukuranya pas ga kekecilan dan kebesaran bisa juga menjadi alasan untuk teman lain, kalau ada yang mau numpang bilang tas penuh pasti percaya, beda sama yang isi 80 L. Untuk tas saya memilih consina centurion 50L, harganya Rp.480.000,-
Consina-centurion-50L.jpg
Consina Centurion 50L

Ukuran-pas-consina-centurion-50L.jpg
Tas Ukuran 50L Pas
2. Sandal/ sepatu gunung
Kondisi jalur pendakian setiap gunung memang berbeda, ada yang berbatu, berdebu, tanah liat yang licin dan sebagainya. Untuk alas kaki saya lebih menyukai sandal gunung daripada pakai sepatu gunung, rasanya lebih leluasa dan bebas bergerak menggunakan sepatu. Saya memang tipe orang yang kagak suka pakai sepatu, meskipun memakai sandal jangan lupa menggunakan kaos kaki juga supaya kaki tetap nyaman. Sandal gunung sudah didesain untuk melewati tanjakan dan turunan yang licin, sehingga tidak mudah terpeleset saat berjalan menghajar tanjakan dan turunan. Untuk sandal saya memilih rei, harganya Rp.149.000,-
Pilih-yang-pas-dengan-bentuk-kaki.jpg
Pilih Sandal Yang Pas Dengan Ukuran Kaki

Sandal-rei.jpg
Pilihan Saya Jatuh Pada Rei
3. Jaket
Cuaca di gunung memang tidak menentu, untuk melawan udara yang dingin pakailah jaket. Bawalah jaket yang bisa menahan terpaan angin dan hujan atau bahasa kerennya sih water proof and wind proof. Jaket bisa menahan panas tubuh agar tetap di dalam dan menahan udara luar agak tidak masuk ke dalam jaket, sehingga suhu tubuh akan tetap hangat. Ketika angin bertiup dengan kencang disitulah tubuh mulai merasakan dinginnya alam gunung, jaket bisa menghalau angin agar tidak langsung menerpa tubuh kiita. Untuk jaket saya memilih JackWolfSkin, harganya Rp.180.000,-
Siap-mendaki-gunung.jpg
Sudah Siap Buat Mendaki Nih

Pilih Jaket Waterproof dan Windproof
4. Treeking pole
Saat mendaki semua beban akan bertumpu ke kaki, dengan treeking pole bisa membantu menahan beban tubuh dan barang bawaan agar semua tidak bertumpu ke kaki. Tanjakan dan turunan lebih enteng dilewati dengan treeking pole, karena kerja kaki tidak terlalu berat saat akan melangkah. Untuk Treeking pole harganya Rp.100.000,-
Treekingpole-membantu-menahan-beban.jpg
Melibas Trek Bebatuan Dengan Lancar

Bermain-dengan-treeking-pole.jpg
Tingkah Pendaki Selalu Ada Saja
5. Sarung tangan
Telapak tangan rawan akan terserang hawa dingin, pengalaman saya pribadi ketika dingin. Rasanya tangan mulai memerah dan mulai gatal, hal ini sangat menggangu. Sarung tangan bisa membantu menghangatkan, selain itu juga melindungi tangan dari goresan. Saat mendaki tangan juga digunakan untuk berpegangan pada pohon, hal ini rawan terjadinya goresan dan luka. Untuk sarung tangan bisa pakai sarung tangan montor, kalau mau agak sedikit keren ya beli saja di toko alat gunung pasti banyak.
Telapak-tangan-rawan-serangan-dingin.jpg
Telapak Tangan Rawan Terserang Udara Dingin
Sarung-tangan-montor-untuk-pendakian.jpg
Pakai Saraung Tangan Motor Boleh Juga
 6. Sleeping bag
Malam hari udara akan semakin dingin, walaupun di dalam tenda udara dingin masih akan tetap terasa. Tidurpun akan kesusahan karena menahan udara dingin, tubuh akan terus menggigil dan tidak bisa tidur. Berbeda saat menggunakan SB tubuh akan terasa hangat dan bisa tidur nyenyak, yang penting jangan sampai bangun kesiangan, sayang untuk melewatkan sunrise. Untuk SB biasanya saya pinjam, masih belum beli.
Masih-nyaman-dengan-tidurnya-sleeping-bag.jpg
Masih Nyaman Dengan Tidurnya

Masih-tetap-di-SB.jpg
Udah Siang Masih Molor Aja
7. Matras
Jangan berharap bisa tidur dengan kasur yang empuk di atas gunung, matras merupakan salah satu perlengkapan saat tidur. Kondisi tempat pendirian tenda tidak selalu datar dan rata, terkadang ada batu kerikil di bawahnya. Ini sangat mengganggu saat tidur, agak sakit juga sih tidur di atas batu-batu kerikil. Nah, inilah fungsi dari matras, selain itu bisa juga buat bersantai di luar menikmati indahnya alam sekitar dan berkumpul dengan pendaki lain. Harhanya Rp.40.000,-
Jangan-lupa-matrasnya.jpg
Jangan Lupa Matrasnya
Matras-lipat-mudah-dibawa.jpg
Simpel, Gampang Di Bawa

8. Masker/ buff/ pelindung kepala
Kondisi jalur pendakian tidak selalu mulus, ada kalanya penuh dengan debu seperti di gunung panderman. buff bisa menghalau debu agar tidak masuk ke hidung. Selain itu bisa juga menghalau udara dingin, telapak tangan dan daun telinga juga rawan terserang dingin. Untuk pelindung kepala saya memilih yang full menutup kepala, telinga dan hidung, harganya Rp.35.000,-
Penahan-dingin-di-pagi-hari.jpg
Penahan Dingin Di Pagi Hari
Masih-nyaman-dalam-tenda.jpg
Masih Nyaman Di Dalam Tenda
 9. Lampu penerangan
Bagi yang sering mendaki saat malam, barang ini sangat penting untuk menerangi jalan. Senter juga bisa digunakan untuk penerangan saat malam hari di dalam tenda, yang biasanya sering buang air saat malam alat ini perlu dibawa. Banyak pilihan senter yang bisa dibawa tergantung selera masing-masing, kalo lentera ini harganya RP.50.000,-
Lampu-penerangan2.jpg
Penerang Saat Malam

Lampu-penerangan.jpg
Penerang Saat Malam
10. Kantong plastik
Ini yang sering dilupakan oleh para pendaki gunung, mengaku seorang pendaki tapi tidak menghiraukan lingkungan alam sekitarnya. Kini gunung hanya menjadi sekedar tempat sampah, sampah yang seharusnya di bawa turun kebawah malah dibiarkan berserakan. Sekecil apapun sampah yang kalian bawa, berarti kalian sudah ikut menjaga kebersihan gunung kita. Biasanya yang sering saya lihat, rokoknya habis dihisap puntungnya dibuang begitu saja tanpa ada rasa bersalah. 
Bawa-sampahmu-turun.jpg
Kegunaan Kantong Plastik

Bawa-sampahmu-turun.jpg
Jangan Lupa Bawa Sampah Turun
Nah, Sekian info saya dari saya, semoga bisa membantu teman-teman semua yang mulai tergiur indahnya pegunungan.



           
         

Rabu, 13 Desember 2017

RPP IPS Kelas 4 Semester 2 Mengenal Permasalahan Sosial Di Daerah


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Satuan Pendidikan            :  SDN Sukorame 4
Mata Pelajaran                  :  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester                  :  IV / II
Hari/Tanggal                     : Jumat, 6 Maret 2015
Alokasi Waktu                  : 2 X 35 menit

Standar Kompetensi
2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan Kabupaten / Kota dan Provinsi
Kompetensi Dasar
2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya
Indikator
Kognitif
2.4.1 Menjelaskan dampak perbuatan manusia yang berlaku seenaknya terhadap lingkungan
2.4.2 Menyebutkan contoh perilaku manusia yang dapat menyebabkan bencana alam
Afektif
2.4.3 Membandingkan perilaku masyarakat yang dapat menjaga alam    dan merusak alam
Psikomotorik
2.4.4 Mengidentifikasi pola perilaku anggota masyarakat yang dapat mempengaruhi peristiwa alam di lingkungan
Tujuan Pembelajaran
- Setelah berdiskusi, siswa dapat menjelaskan dampak perbuatan manusia yang berlaku 
  seenaknya terhadap alam dengan tepat.
- Setelah berdiskusi, siswa dapat mengidentifikasi pola perilaku anggota masyarakat yang dapat 
  mempengaruhi peristiwa alam di lingkungan setempat dengan benar.
- Setelah berdiskusi, siswa dapat menyebutkan contoh perilaku manusia yang dapat  
  menyebabkan bencana alam dengan benar.
- Setelah mengamati gambar, siswa dapat membandingkan perilaku masyarakat yang dapat 
  menjaga alam dengan tepat.
- Setelah mengamati gambar, siswa dapat membandingkan perilaku masyarakat yang dapat 
  merusak alam dengan tepat.
Materi Ajar
- Hubungan kenampakan alam, sosial dan budaya dengan gejalanya
- Perilaku manusia yang berdampak terhadap alam
Model dan Metode Pembelajaran
Model : Direct Learning
Metode Pembelajaran :
- Ceramah
- Tanya Jawab
- Pengamatan
- Diskusi
- Penugasan
Media dan Sumber Belajar
Media :
- Gambar perilaku manusia yang dapat merusak alam
- Gambar perilaku manusia yang menjaga alam
Sumber belajar :
Hisnu, Tantya, Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas  IV. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Langkah-langkah Pembelajaran
No
Kegiatan Pembelajaran
Karakter
Alokasi Waktu
1.
Kegiatan Awal
1. Siswa mengucapkan salam
2. Siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing
3.Mengecek kehadiran siswa
4. Apersepsi
5. Guru menyampaikan garis besar materi
6.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini

Religius

Disiplin

Tanggung jawab


5 Menit
2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menggali pengetahuan siswa dengan memberikan pertanyaan tentang pengertian bencana alam
2. Guru dan siswa berdiskusi tentang bencana alam yang pernah terjadi di lingkungan sekitar
Elaborasi
3. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa
4. Siswa mengamati gambar yang ada di Lembar Kerja Siswa
5. Guru dan siswa berdiskusi tentang gambar yang ada di Lembar Kerja Siswa
6. Siswa mengerjakan tugas dari guru
7. Siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas
8. Guru dan siswa berdiskusi mengenai sikap masyarakat yang dapat merusak alam
9. Guru dan siswa berdiskusi mengenai sikap masyarakat yang dapat merusak alam menjaga alam
Konfirmasi
10. Guru dan siswa bertanya jawab materi yang belum dimengerti oleh siswa
Kerja sama

Disiplin

Tanggung Jawab

Tekun

25 Menit
3.
Kegiatan Akhir
1. Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar yang telah dipelajari
2. Guru memberikan soal evaluasi pada siswa
3. Siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing–masing
4. Guru mengucap salam

Religius

Disiplin

Rasa hormat dan perhatian
5 Menit

Penilaian
1. Prosedur penilaian : Penilaian proses dan penilaian akhir
2. Tehnik penilaian    : Tugas individu dan kelompok
3. Bentuk penilaian   : Tes tertulis
4. Alat penilaian        : Pilihan ganda, isian, kunci jawaban dan lembar penskoran  


Catatan :


 
LAMPIRAN
Rangkuman Materi
Satuan Pendidikan            :  SDN Sukorame 4
Mata Pelajaran                 :  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester                 :  IV / II
Hari/Tanggal                     : Jumat, 6 Maret 2015
Alokasi Waktu                  : 2 X 35 menit

Pengaruh perilaku masyarakat terhadap peristiwa alam
Terjadi peristiwa alam sekarang ini disebabkan oleh alam dan oleh manusia. Peristiwa alam akibat proses alam dapat terjadi kapan saja. Peristiwa alam akibat proses alam sulit untuk dihindari. Peristiwa alam tersebut berupa gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, dan sebagainya. Selain itu, terdapat peristiwa alam yang terjadi akibat ulah manusia. Peristiwa alam akibat ulah manusia itu dapat dihindari atau dicegah. Peristiwa alam akibat ulah manusia berupa banjir, tanah longsor, polusi, dan sebagainya. Peristiwa alam yang terjadi belakangan ini terjadi karena ulah manusia.
Perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap alam penyebab terjadinya peristiwa alam. Perilaku perilaku tersebut berupa membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, pembakaran hutan, dan sebagainya. Peristiwa alam akibat alam dapat dicegah. Pencegahan itu berupa perubahan perilaku masyarakat yang menjadi ramah lingkungan dan selalu menjaga lingkungan.p
Penebangan hutan secara liar
Hutan dapat menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi tanah dan air yang ada di bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai akan mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang. Meskipun demikian, semakin tahun luas lahan hutan semakin menyempit. Penebangan liar atau pembalakan hutan terjadi di mana – mana Sekarang, kita harus menyelamatkan hutan. Hutan yang belum punah harus dipertahankan. Kita harus menghentikan penebangan hutan secara sembarangan. Untuk hutan yang sudah terlanjur rusak, perlu ditanami kembali dengan tumbuh-tumbuhan yang cocok. Kita harus melalukan reboisasi untuk menyelamatkan lahan gundul. Sementara itu, orang yang melakukan penebangan liar harus ditangkap dan dihukum seadil adilnya.
Membuang sampah sembarangan
Dewasa ini, sampah menjadi masalah serius bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Ratusan ribu kubik sampah dihasilkan. Sampah-sampah tersebut dibawa ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Setiap tahun TPA mengalami kesulitan karena sempitnya lahan, sementara jumlah sampah terus meningkat jumlahnya. Tidak semua orang menaruh sampah pada tempatnya. Ada warga masyarakat tertentu yang membuang sampah sembarangan. Ada yang membuangnya ke sungai atau ke selokan air. Ini bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh makhluk hidup yang hidup di sungai.
Ladang berpindah
Ladang adalah sebidang tanah yang diolah untuk ditanami ubi, jagung, dan sebagainya. Ladang tidak diairi. Di banyak tempat, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk berladang. Setelah ladang tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di tempat yang lain. Membuka ladang baru biasanya disertai dengan membakar pohon dan semak belukar. Masyarakat yang membuka ladang baru dengan menebang pohon dan membakarnya dapat menyebabkan kebakaran hutan.


Lembar Kerja Siswa
Satuan Pendidikan             :  SDN Sukorame 4
Mata Pelajaran                  :  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester                  :  IV / II
Hari/Tanggal                     : Jumat, 6 Maret 2015
Alokasi Waktu                  : 2 X 35 menit
Diskusikan dengan teman sebangku
Berikan contoh perilaku masyarakat yang dapat menjaga alam dan merusak alam !!!
A. Menjaga alam
B. Merusak alam





Soal, Kunci Jawaban dan Lembar Penskoran
Satuan Pendidikan            :  SDN Sukorame 4
Mata Pelajaran                  :  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester                  :  IV / II
Hari/Tanggal                     : Jumat, 6 Maret 2015
Alokasi Waktu                  : 2 X 35 menit

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat di bawah ini!
1. Contoh perilaku yang menjaga lingkungan adalah ... .
    a. membuang sampah di tempat yang disediakan
    b. membuang sampah rumah tangga ke selokan
    c. menebang pohon di hutan secara liar
    d. membuang limbah pabrik di sungai
2. Persediaan air bersih semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah ... .
    a. masyarakat rajin menanami lahan yang gundul
    b. orang tidak menebangi pohon-pohon di hulu sungai
    c. pohon-pohon di hutan habis ditebang
    d. masyarakat meninggalkan kebiasaan perladangan berpindah
3. Kebiasaan membuang sampah di sungai akan menyebabkan ….
   a. penyakit                                                 c. gempa bumi
   b. tanah longsor                                         d. banjir
4. Berikut ini yang bukan menjadi penyebab banjir adalah ....
    a. penggundulan hutan
    b. terasering
    c. ladang berpindah
    d. pembuangan limbah ke sungai
5. Berikut ini yang tidak termasuk bencana alam adalah ....
    a. banjir                                                     c. pesawat jatuh
    b. gunung meletus                                     d. gempa bumi

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar.
1. Sebutkan 3 upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah tanah longsor?
2. Sebutkan 3 perbuatan manusia yang dapat merusak lingkungan!
3. Apa yang terjadi jika manusia menebang hutan secara sembarangan?
4. Bagaimanakah cara mencegah agar orang tidak membuang sampah  sembarangan?
5. Apakah yang harus dilakukan untuk memperbaiki hutan yang gundul?

            
Kunci Jawaban dan Lembar Penskoran
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat di bawah ini!
1. a. membuang sampah di tempat yang disediakan
2. c. pohon-pohon di hutan habis ditebang
3. d. banjir
4. b. terasering
5. c. pesawat jatuh

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar.
1 - Tidak menebang hutan sembarangan
   - Melakukan reboisasi
   - Membuat terasering
2 - Membuang sampah sembarangan
   - Menebangi hutan
   - Membakar hutan
3. Akan menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor
4. Memberikan hukuman bagi orang yang membuang sampah sembarangan berupa denda atau 
    hukuman penjara
5. Menanami hutan yang telah gundul dengan pohon yang baru

Keterangan           
Nilai pilihan ganda 25, tiap soal nilainya 5
Nilai Isian 50, tiap soal nilainya 10
Skor maksimal 75


Rubrik Penilaian
Penilaian individu
No
Nama
Kriteria


Menjelaskan dampak perbuatan manusia yang berlaku seenaknya terhadap lingkungan
Menyebutkan contoh perilaku manusia yang dapat menyebabkan bencana alam
Membandingkan perilaku masyarakat yang dapat menjaga alam dan merusak alam
Mengidentifikasi pola perilaku anggota masyarakat yang dapat mempengaruhi peristiwa alam di lingkungan
1





2





3





4





5





6





7





8





9





10





11





12





13






Catatan: Isi dengan tanda (P) jika ya/ muncul dan isi dengan (x) jika tidak muncul 

PENILAIAAN PSIKOMOTOR :
NO
ASPEK YANG DINILAI
KETERANGAN
SKOR
1
Keaktifan
Siswa aktif tanpa disuruh
2
Siswa aktif jika disuruh
1
Jika siswa pasif
0
2
Keberanian
Siswa berani tanpa diminta
2
Siswa berani setelah diperintah
1
Siswa tidak berani
0
3
Pengumpulan tugas
Mengumpulkan tugas tepat waktu
2
Mengumpulkan tugas melampaui   batas
1
Tidak mengumpulkan tugas
0
4
Ketepatan jawaban
Jawaban siswa sangat tepat
2
Jawaban siswa ada sebagian yang salah
1

Jawaban siswa tak ada yang tepat
0
Total skor
8

Nilai